Hujan Bulan Juni Sapardi Djoko Damono
tak ada yang lebih tabah dari hujan bulan Juni dirahasiakannya rintik rindunya kepada pohon berbunga itu
tak ada yang lebih bijak dari hujan bulan Juni dihapusnya jejak-jejak kakinya yang ragu-ragu di jalan itu
tak ada yang lebih arif dari hujan bulan Juni dibiarkannya yang tak terucapkan diserap akar pohon bunga itu
eyang sapadi, pinjem puisinya yah untuk seseorang yang sudah duluan pulang, meninggalkan banyak airmata haru, rindu dan kebanggaan karena pernah memilki cintanya……….




